Makassar, panjimas – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus mendorong sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai bagian dari upaya internasionalisasi sistem kalender Islam. Sosialisasi ini salah satunya dikemas melalui Pelatihan Kader Tarjih Nasional (PKTN) yang digelar di Makassar.
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr Muhamad Rofiq Muzakkir, menyatakan KHGT akan diluncurkan secara resmi pada akhir tahun 1446 Hijriah dalam forum internasional. Forum tersebut akan melibatkan duta besar negara-negara OKI serta lembaga-lembaga Islam dari Amerika dan Eropa.
“Ini bukan hanya milik Muhammadiyah, tetapi merupakan kalender umat Islam dunia. KHGT dibangun dengan pendekatan ilmiah dan prinsip kesatuan umat,” tegas Rofiq dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Kader Tarjih Nasional (PKTN) yang digelar Rabu (28/5/2025) hingga Ahad (1/6/2025) di Makassar.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa KHGT akan mengacu pada prinsip global positioning system (GPS) dalam penentuan awal bulan Hijriah, serta mengintegrasikan pendekatan hisab dan rukyat. Ini sekaligus menjawab perbedaan matlak yang selama ini menjadi perdebatan dalam kalender Islam.
Selain KHGT, Majelis Tarjih juga tengah merampungkan proyek besar lainnya, yakni Tafsir At-Tanwir. Tafsir ini telah menjangkau 25 juz dan ditargetkan rampung sepenuhnya dalam forum mufassir berikutnya yang akan digelar akhir tahun ini.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr Hamim Ilyas, dalam amanah pembukaan PKTN di Makassar menegaskan pentingnya pelatihan kader tarjih untuk menjamin kesinambungan dakwah dan keilmuan Muhammadiyah dalam menghadapi isu-isu global.
Unismuh Makassar melalui pelatihan ini memperkuat peran strategisnya dalam membina kader tarjih dan ulama muda yang mampu membumikan pemikiran Islam berkemajuan dalam konteks kebangsaan dan global.













