MUINasionalNews

Berikan Sambutan di Rakernas Al Ittihadiyah, Sekjen MUI : Dukung dan Perkuat Potensi Penghimpunan ZISWAF di Ormas Islam

114
×

Berikan Sambutan di Rakernas Al Ittihadiyah, Sekjen MUI : Dukung dan Perkuat Potensi Penghimpunan ZISWAF di Ormas Islam

Sebarkan artikel ini

Bandung, panjimas – Memberikan sambutan dalam rangka pembukaan Rakernas Al Ittihadiyah, Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan mengawalinya dengan membacakan sebuah pantun :

Kota Bandung ini daerah dingin,
Kulinernya tumbuh berkembang.
Islam rahmatan lil ‘alamin,
Menjadi berkah bagi semuanya akan senang.

Selanjutnya Sekjen MUI itu juga menyampaikan untuk terus memperkuat dan dukung gerakan organisasi Kemasyarakatan (Ormas) IsIam serta terus mampu menggali potensi zakat, infaq shodaqoh (Ziswaf) yang ada pada masing-masing Ormas IsIam tersebut.

Apapun caranya, yang pertama adalah kepatuhan pada prinsip Syari’ah untuk menunaikan zakat mulai dari proses pengumpulan, pengelolaan, dan penggunaan dana tepat sasaran pada asnaf, karena pada dasarnya zakat itu milik delapan asnaf.

“Proses penggunaan zakat harus bebas dari riba, transparansi, keadilan, dan kesetiaan terhadap tujuan-tujuan syariah; ketiga, laporan keuangan yang jelas dan terbuka untuk umum dengan kepastian penggunaan dan yang efisien dan efektif, ” ujar Buya Amirsyah Tambunan.

Hal itu disampaikan Sekjen MUI dalam sambutan pembukaan Rapat kerja Nasional (Rakernas) Al Ittihadiyah di Hotel Horison Bandung (27/1/25). Lebih lanjut ia menegaskan guna mewujudkan prinsip ketiga, yakni pentingnya keadilan dan kesejahteraan bersama guna memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program-program peningkatan kemandirian ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Khusus untuk generasi muda sebagai generasi emas 2045 ada catatan khusus, dimana atas dasar itu diperlukan kemitraan dan kolaborasi oleh Ormas Islam guna mendorong kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan baik dengan pemerintah, lembaga keuangan, lembaga pendidikan, dan organisasi ke masyarakatan lainnya untuk memaksimalkan dampak positif dari penggunaan dana Ziswaf.

“Prinsip yang terakhir adalah adanya pendidikan guna mewujudkan kesadaran masyarakat melalui Literasi, Edukasi dan sosialisasi (LES). Bagi Ormas Islam seperti Al Ittihadiyah harus mampu meningkatkan kesadaran warganya tentang pentingnya zakat, infaq, sedekah, dan wakaf dalam mendukung kesejahteraan umat,” tandasnya

Hingga kini Baznas telah menargetkan perolehan Rp 41 Triliun di Tahun 2024, dari potensi Zakat Rp 327 Triliun.Target tersebut mengalami peningkatan sekitar 30 persen angka nasional. Namun dibandingkan dana wakaf masih timpang. Ibarat dua sayap pesawat masih belum seimbang.

“Jadi potensi wakaf wakaf uang di Indonesia mencapai Rp130 triliun, namun realisasinya masih jauh dari angka tersebut. Hingga Oktober 2023, perolehan aset wakaf uang yang tercatat berupa CWLS dan Non-CWLS baru mencapai Rp2,23 triliun (1,71% dari potensi),” tegas Buya lagi.

Meskipun meningkat dari Rp1,4 triliun pada 2022.Beberapa produk yang perlu di kanalisasi pengumpulan wakaf uang diantaranya ialah Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), Cash Waqf Linked Deposito (CWLD), dan Securities Crowdfunding Wakaf.

“Oleh karena itu MUI sebagai tenda besar umat dan tempat berhimpun ormas terus mendorong agar Al Ittihadiyah terus melakukan penguatan Ziswaf untuk pembiayaan pendikan sosial, pendidikan dan dakwah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *