Jakarta, panjimas — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur sukses menyelenggarakan Seminar Wakaf Produktif pada Ahad (31/8) di Aula Lantai 5 Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Pondok Kopi.
Kegiatan ini menghadirkan tokoh nasional, akademisi, dan praktisi wakaf untuk membahas penguatan peran wakaf dalam mendorong kemandirian ekonomi umat.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua PDM Jakarta Timur, Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, M.Si, yang menekankan perkembangan pesat wakaf di Indonesia.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk berwakaf, terutama dalam bentuk wakaf produktif, terus meningkat dan perlu dikelola secara profesional.
“Wakaf hari ini bukan lagi sekadar tanah untuk masjid atau makam.
Lebih dari itu, wakaf dapat menjadi instrumen ekonomi syariah yang menopang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat. Potensi wakaf di Indonesia sangat besar, dan jika dikelola dengan baik, dapat menjadi motor kemandirian umat,” ujar Prof. Mohammad Nur Rianto dalam sambutannya.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Bapak Nandi Rahman, M.Ag, yang mengapresiasi inisiatif PDM Jakarta Timur dalam mendorong diskursus wakaf produktif.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen kuat untuk menjadikan wakaf sebagai basis penguatan ekonomi umat di era modern.
Seminar menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu :
• Prof. Dr. Nurul Huda, MM, M.Si (Wakil Rektor Universitas YARSI dan Mantan Komisioner Badan Wakaf Indonesia/BWI Pusat),
• Dr. Amirsyah Tambunan (Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah dan Sekjen MUI Pusat),
• Dr. Ihsan Tanjung, SH, MH (Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PWM DKI Jakarta).
Dalam paparannya, para narasumber menyoroti pentingnya regulasi yang mendukung inovasi wakaf, model-model pengelolaan wakaf modern, hingga integrasi wakaf dengan lembaga keuangan syariah.
Diskusi juga menekankan perlunya sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha agar potensi wakaf yang besar di Indonesia dapat terealisasi secara nyata.
Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari pimpinan amal usaha Muhammadiyah, pengelola wakaf, akademisi, serta masyarakat umum.
Kegiatan diharapkan menjadi tonggak penting dalam menggerakkan gerakan wakaf produktif di Jakarta, sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam membangun kemandirian umat menuju Indonesia Emas 2045.













