MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Ternate Gaungkan Transisi Energi Berkeadilan

28
×

Muhammadiyah Ternate Gaungkan Transisi Energi Berkeadilan

Sebarkan artikel ini

Ternate, panjimas – Di Ternate, Muhammadiyah dan Aisyiyah mendorong transisi energi berkeadilan lewat program 1000 Cahaya. Dari efisiensi energi hingga pemanfaatan energi terbarukan, gerakan ini menegaskan komitmen menjaga bumi sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir.

Ternate, panjimas – Suasana Aula SMP Muhammadiyah 1 Ternate pada Sabtu (30/8/2025) terasa hangat, bukan hanya karena udara tropis kota kepulauan itu, tetapi juga oleh diskusi serius tentang masa depan bumi.

Lebih dari 50 peserta dari majelis, lembaga, ortom Muhammadiyah Kota Ternate, hingga anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Utara berkumpul dalam Pengajian Rutin PDM Kota Ternate yang mengangkat tema “Peran Muhammadiyah sebagai Pelopor Transisi Energi dan Perubahan Iklim.”

Suara dari Masyarakat Pesisir
Bagi warga Ternate, isu perubahan iklim bukan sekadar teori. Udara yang makin panas, naiknya muka air laut, hingga hasil tangkapan ikan yang tak lagi cukup untuk biaya sekolah anak, adalah realitas sehari-hari. Dari keresahan itulah Muhammadiyah hadir, mencoba memberi arah perubahan.

“Berkemajuan bukan sekadar berada di depan, tetapi berpikir jauh ke depan dan bertindak melampaui kebiasaan,” ujar Hening Parlan, Direktur Program 1000 Cahaya sekaligus Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah.

Hening menekankan potensi besar sumber daya alam Maluku Utara. Menurutnya, sekolah-sekolah Muhammadiyah bisa menjadi pionir pemanfaatan energi terbarukan—dari matahari, laut, hingga angin. “Allah Swt. memberi karunia energi yang melimpah, dan kita wajib mengelolanya,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa sekolah, masjid, pesantren, dan amal usaha Muhammadiyah–’Aisyiyah yang sudah mulai menggunakan energi terbarukan demi efisiensi listrik. Meski investasi awal cukup besar, manfaat jangka panjangnya dinilai berlipat ganda. “Dengan energi terbarukan, kita bisa membantu saudara-saudara yang belum memiliki akses listrik. Sehingga adzan bisa terdengar, anak-anak bisa belajar, dan aktivitas warga bisa berjalan,” tambahnya.

Langkah Sederhana dari Sehari-hari
Sudarto M. Abukasim, Wakil Direktur Program 1000 Cahaya sekaligus Wakil Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, melanjutkan dengan penekanan pada kebiasaan kecil. “Efisiensi energi bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mematikan lampu, kipas, atau AC yang tidak terpakai,” ujarnya.

Program 1000 Cahaya sendiri, jelas Sudarto, menyasar ranting dan cabang Muhammadiyah, sekolah, pesantren, masjid, serta lahirnya Green Hero—para penggerak lingkungan dari berbagai kalangan, termasuk perempuan ’Aisyiyah dengan tagline “Perempuan Menjaga Bumi.”

Selain energi, program ini juga memberi perhatian pada konservasi air, pengelolaan sampah, dan penghijauan. “Ke depan, kami akan menyusuri pulau-pulau yang belum teraliri listrik, untuk menjadikannya pulau tangguh energi,” ungkap Sudarto.

Dukungan dari Daerah
Ketua PDM Kota Ternate, Dr. Abdurrahman Haji Usman, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, membangun kesadaran adalah proses panjang, tetapi bisa dimulai dengan langkah sederhana yang berkelanjutan. “InsyaAllah di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” tuturnya.

Diskusi pun berakhir dengan keyakinan bahwa Muhammadiyah di Ternate, lewat sinergi program 1000 Cahaya, mampu menjadi pelopor transisi energi berkeadilan, berpihak pada umat sekaligus menjaga kelestarian bumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *