KemenagNasionalNews

Buka Muktamar V Parmusi, Menag Ajak Bangkitkan Peran Umat di Era Post-Truth

117
×

Buka Muktamar V Parmusi, Menag Ajak Bangkitkan Peran Umat di Era Post-Truth

Sebarkan artikel ini

Bogor, panjimas — Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Muktamar V Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi). Menag mengajak Parmusi untuk bangkit kembali dan memainkan peran strategis umat di tengah tantangan era post-truth yang kian kompleks.

“Siapa pun yang membaca sejarah tentu tahu siapa Parmusi. Karena itu sangat disayangkan jika organisasi sebesar Parmusi mengalami penurunan peran di tengah masyarakat. Bangsa ini justru membutuhkan Parmusi yang tegar, kuat, dan berwibawa seperti pada masa kejayaannya,” ujar Menag di Pondok Pesantren Az-Zikra, Sentul, Bogor, Senin (22/12/2025)

Menurut Menag, tantangan umat saat ini tidak hanya berkutat pada persoalan politik, ekonomi, atau pluralitas, tetapi juga tantangan era post-truth, di mana kebenaran sering kali terdistorsi oleh kekuatan media, politik, dan modal. Dalam kondisi tersebut, kebenaran yang sahih secara keilmuan belum tentu diterima secara sosial.

“Menjadi tokoh umat hari ini tidak cukup hanya dengan otoritas keilmuan dan keteladanan pribadi. Diperlukan pula kemampuan diplomasi, lobi, serta kekuatan sosial agar nilai-nilai kebenaran tetap hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menag optimistis Parmusi memiliki potensi besar untuk kembali menjadi kekuatan umat yang inklusif dan merangkul seluruh komunitas Muslim tanpa membedakan aliran, kelompok masyarakat, maupun afiliasi politik. Ia juga mendorong Parmusi memberi ruang lebih luas bagi generasi muda sebagai penerus kepemimpinan umat.

“Sekitar 40 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Ini bonus demografi yang luar biasa. Para senior perlu mengambil peran sebagai pendamping aktif, bukan sekadar pewaris pola lama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyinggung peran agama dalam menghadapi tantangan global, termasuk krisis lingkungan, perkembangan artificial intelligence (AI), dan konflik kemanusiaan dunia. Ia menekankan pentingnya bahasa agama sebagai kekuatan moral untuk menjaga lingkungan, membimbing teknologi, serta memperkuat diplomasi kemanusiaan.

“Bahasa agama mampu berbicara langsung ke hati manusia. Merusak lingkungan adalah dosa, merawatnya adalah pahala. Teknologi harus dibimbing nilai, agar kemajuan tidak melahirkan krisis baru,” jelasnya.

Ketua Umum Parmusi Husnan Bey Fananie menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Menteri Agama. Ia menilai Muktamar V Parmusi menjadi momentum penting untuk melakukan perubahan dan pembaruan peran organisasi di tengah umat.

“Muktamar ini adalah muktamar perubahan. Parmusi hadir sebagai simpul persaudaraan umat Islam Indonesia untuk memperkuat ukhuwah, persatuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa,” kata Husnan.

Muktamar V Parmusi Tahun 2025 diikuti oleh jajaran majelis kehormatan, majelis syariah, majelis pertimbangan, majelis pakar, pengurus pusat dan daerah dari seluruh Indonesia, serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dan partai politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *