MuhammadiyahNasionalNews

Haedar Nashir Sebut Masa Depan adalah Hasil dari Imajinasi dan Inovasi yang Progresif

53
×

Haedar Nashir Sebut Masa Depan adalah Hasil dari Imajinasi dan Inovasi yang Progresif

Sebarkan artikel ini

Magelang, panjimas – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan, dalam teori baru masa depan adalah hasil dari imajinasi dan inovasi yang progresif.

“Jadi, kalau sebuah bangsa dan para pemimpin bangsa ingin membangun masa depan, pikirannya harus imajinatif dan progresif. Dan itu bisa dibangun,” kata Haedar pada Kamis (8/1) saat menyampaikan amanah dalam Launching Kedokteran & Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).

Indonesia memang negara kaya. Akan tetapi, kata Haedar, dibutuhkan tata kelola yang lebih baik untuk membenahi berbagai problem yang masih ada.

“Progressivity yang berkelanjutan memerlukan progresif leadership. Itu yang diperlukan Indonesia,” ujarnya.

Sumber daya manusia misalnya. Indonesia memiliki banyak dokter ahli dan juga ahli-ahli lain di berbagai bidang. Akan tetapi, masih ada mentality feodalistik yang disebut Haedar perlu diubah.

“Pilarnya satu, pendidikan. Muhammadiyah konsen di sini, 113 tahun, kita meniscayakan pendidikan yang berkualitas. Dari PTMA sampai Dikdasmen, jangan di zona nyaman. Kalo kita di zona nyaman pasti kualitasnya tidak meningkat,” tegas Haedar.

“Kita harus memiliki orientasi ke depan,” sambung Haedar.

Selain lini pendidikan dan kesehatan yang terus ditingkatkan kualitasnya, Muhammadiyah juga tengah dalam proses untuk meningkatkan sektor ekonomi.

Muhammadiyah, kata Haedar, memiliki kalcer wirausahawan. Pada masa awal-awal Muhammadiyah, para penggeraknya merupakan entrepeneur. Yakni para pedagang batik.

“Orang Muhammadiyah harus juga berorientasi bahwa ekonomi bagian dari muamalah. Muamalah adalah bagian dari ajaran Islam. Bukan menjauhi dunia, tapi olah dunia dengan cara yang baik, bil ikhsan. Membangun tanpa merusak,” jelas Haedar.

Oleh karena itu, perlu sumber daya yang paham betul akan teknologi. Karena, siapa yang menguasai teknologi informasi, dia akan menjadi kekuatan dunia. Sebuah bangsa menguasai teknologi informasi dengan segala kecanggihannya dia akan tumbuh menjadi bangsa yang maju.

“Ini pola pikir yang harus kita bangun berdasarkan ajaran agama kita,” tegas Haedar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *