Jakarta, panjimas – Sudah menjadi rahasia umum dari para pemerhati politik di dunia internasional bahwa PBB & BOP itu adalah merupakan bagian dari organisasi dunia bentukan Zionis dan AS.
“Para pemikir dunia juga paham bahwa sudah watak Gerakan zionisme Internasional (GZI) bahwa setiap ambisi politiknya ingin menguasai menghancurkan barang bukti seperti yang di lakukan di Gaza, Palestina,” ujar Buya Amirsyah Tambunan, Ahad, (1/2/2026).
Masih menurut Sekjen MUI itu bahwa PBB salah satu barang bukti yang dibuat dan digunakan Kelompok zionis mencapai tujuan, meski akhirnya keluar dari PBB.
“Bila tujuannya sudah tercapai, maka alat tersebut akan dimusnahkan seperti kemunduran pradaban dan cepat atau lambat menuju “Kebangkrutan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa),” kata Buya Amirsyah Tambunan.
Bisa jadi yang kini telah terbentuk BOARD OF PEACE (BOP) adalah wadah mengalihkan dari PBB ke BOP sebagai alat perjuangan Zionis meraih tujuan berikutnya dalam rangka mewujudkan Negara Israel Raya, “Kerajaan tuhan” di Dunia atau biasa penulis menyebutnya sebagai “Kerajaan Yahudiyah”.
Sementara itu Buya menilai, pemusnahan apapun termasuk badan seperti PBB, tokoh atau organisasi yang sudah tidak dibutuhkan tercantum jelas dalam Dokumen Protokol Zionis pasal 22-24.
Oleh sebab itu meminta kepada kerelaan hati Presiden Prabowo untuk menarik diri dari ke anggotan BOP agar Indonesia dapat menunaikan amanat Konsitusi.
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” pungkasnya












