Jakarta, panjimas – Badan Penyelengara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) yang bertujuan untuk memperkuat peran Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dalam mempercepat sertifikasi halal, khususnya bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Kepala BPJPH, Haikal Hassan membuka secara resmi Rakornas LP3H 2026 yang berfokus pada evaluasi kinerja, penyusunan kode etik pendamping (P3H), dan digitalisasi layanan melalui platform seperti HalalMax dan Indonesia Cloud guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia.
Dalam sambutannya Babe Haikal menyampaikan bahwa saat ini dari sekitar 66 juta pengusaha yang ada, baru sekitar 3 juta pengusaha di sektor halal. Untuk itu dirinya selaku Kepala BPJPH akan terus menggenjot agar tercipta lebih banyak lagi pengusaha di sektor halal. Hal itu yang akan menjadi fokus kerja dari LP3H.
Sedangkan Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan JOH, E. A Chuzemi Abidini yang juga selalu Ketua Panitia Rakornas mengatakan akan mengonsolidasikan lebih dari 300 LP3H untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pendampingan sertifikasi halal.
Seperti diketahui salah satu dari Asta Cita Prabowo adalah mendukung ekosistem halal produktif sesuai dengan visi pemerintah.
“Kita akan terus melakukan berbagai upaya sosialisasi dan informasi ditengah masyarakat seperti halnya kampanye Wajib Halal Oktober (WHO) yang akan dimulai dari Mall ke Mall, dari toko ke toko, dari restoran ke restoran, itu terus yang akan kita lakukan dan kerjakan,” tandas Babe Haikal.
Sebanyak hampir sekitar 400 lembaga LP3H dari seluruh Indonesia hadir dalam Rakornas 20206 ini yang tersebar di seluruh provinsi. 255 LP3H tersebut merupakan rumah bagi lebih dari 115.000 orang Pendamping PPH.













