BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Hilman Latief Dorong Literasi Keuangan Syariah dan Filantropi Berbasis Pemberdayaan

63
×

Hilman Latief Dorong Literasi Keuangan Syariah dan Filantropi Berbasis Pemberdayaan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menggelar acara kegiatan pelatihan yang bertemakan Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa.

Hilman Latief Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah hadir menyampaikan pandangannya terkait eksistensi kehadiran Lazismu di tengah masyarakat.

Hilman memandang maraknya fenomena kajian selama bulan Ramadan, sebagai peluang besar bagi Lazismu, untuk membangun kesadaran literasi keuangan syariah, terkhususnya yang berbasis perbankan dan asuransi di masyarakat.

“Tetapi juga kita isi dengan kajian-kajian, yang terkait dengan literasi atau penguatan literasi keuangan syariah. Yang tidak hanya mencakup zakat, infak, sedekah, tentu itu literasi keuangan syariah yang non perbankan. Tetapi kita juga mulai memperkenalkan kepada masyarakat tentang dunia keuangan syariah yang berbasis perbankan bahkan insurance ya,” ungkap Hilman.

Karena tanpa adanya kesadaran literasi keuangan syariah yang kuat pada masyarakat, Hilman menganggap industri perbankan akan turut terhambat pertumbuhannya.

Lebih lanjut, Hilman memandang bulan Ramadan sebagai momentum bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengaktualisasikan program-program kebajikan. Karena sejatinya, Ramadan bukan hanya soal waktu untuk berbagi ‘angka’ tetapi juga kemampuan.

Dalam mewujudkan hal itu, Hilman mendorong Lazismu di seluruh Indonesia untuk mulai mengusung konsep filantropi entrepreneurship. Seperti yang telah berjalan di Pasar Ramadhan Kauman dan Pasar Ramadhan Jogokariyan. Yang telah terbukti membuka ruang baru bagi masyarakat untuk berdaya melalui kewirausahaan.

“Nah, inilah ekosistem yang kita bangun dan butuh perjuangan panjang, dan desain yang kuat ya, untuk ekosistem semacam itu.,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Hilman menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap isu kemanusiaan yang terjadi di Sumatera. Kelak memasuki bulan Ramadan, antusiasme ini tentu akan terus meningkat, seiring tingginya minat masyarakat untuk ber-amal ma’ruf nahi munkar. Tentu ini akan menjadi PR penting bagi LAZISMU untuk memperkuat tata kelola keuangannya, sehingga perlu sinergi pendampingan dan pengawasan dari pihak Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) PP Muhammadiyah agar terbangun distribusi bantuan secara tepat.

“Dan mudah-mudahan sinerginya menjadi baik ya, tidak sembarangan ya karena kita tahulah psikologi di bencana, masalah uang di lokasi bencana seperti apa ya. Harus hati-hati, efektif, efisien, kemudian programnya juga pas gitu ya,” ujar Hilman.

Dengan begitu, Hilman berharap melalui berbagai upaya tersebut, program-program Lazismu di bulan Ramadan nanti, dapat memberikan keberkahan, kemaslahatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *