BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Perkuat Digitalisasi Kurban, QurbanMu Hadirkan Layanan Amanah dan Transparan

124
×

Muhammadiyah Perkuat Digitalisasi Kurban, QurbanMu Hadirkan Layanan Amanah dan Transparan

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA, panjimas – Muhammadiyah terus memperkuat transformasi layanan keumatan berbasis teknologi. Melalui kolaborasi antara LabMu dan Lazismu, Muhammadiyah menghadirkan layanan kurban digital QurbanMu yang terintegrasi dalam aplikasi MASA untuk memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban secara lebih mudah, transparan, dan amanah.

 

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam membangun tata kelola amanah umat yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pada pelaksanaan kurban tahun ini, Muhammadiyah mulai mengelola transaksi kurban melalui sistem digital terintegrasi sebagai langkah nyata dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

 

Di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital di Indonesia, transformasi pengelolaan kurban dipandang sebagai kebutuhan penting agar proses ibadah dan distribusi manfaat dapat berlangsung lebih efisien, terukur, serta menjangkau penerima manfaat yang lebih luas. Melalui QurbanMu, masyarakat dapat melakukan seluruh proses kurban dalam satu ekosistem, mulai dari pemilihan hewan kurban, pembayaran digital, hingga pengelolaan dan pendistribusian yang dilakukan melalui jaringan Muhammadiyah dan Lazismu.

 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyampaikan bahwa layanan kurban digital melalui aplikasi MASA merupakan pilihan yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Rabu (3/6).

 

Sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah, LabMu menghadirkan infrastruktur teknologi yang memungkinkan pengelolaan kurban berjalan secara lebih terintegrasi dan terukur. Sementara itu, Lazismu memastikan seluruh proses pengelolaan dan distribusi kurban tetap berlandaskan prinsip amanah, profesionalitas, transparansi, dan kebermanfaatan sosial.

 

Muhammadiyah juga melihat antusiasme masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat, khususnya dari kalangan yang membutuhkan kemudahan dalam beribadah tanpa mengurangi nilai spiritual maupun sosial dari ibadah kurban. Kolaborasi antara LabMu dan Lazismu ini sekaligus menjadi bagian dari visi jangka panjang Muhammadiyah dalam membangun ekosistem layanan umat berbasis teknologi yang mampu mendukung berbagai kebutuhan sosial, filantropi, dan pemberdayaan ekonomi secara lebih terintegrasi.

 

Ketua Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan rasa syukur atas implementasi digitalisasi kurban yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban.

 

Menurutnya, sinergi antara Lazismu dan aplikasi MASA telah memudahkan para mudhahi menyalurkan kurbannya hanya melalui perangkat digital. Hingga saat ini, penghimpunan kurban melalui platform tersebut mencatat 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba. Ia berharap kepercayaan masyarakat terus meningkat sehingga manfaat kurban dapat menjangkau lebih banyak penerima, termasuk masyarakat di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah rawan bencana, serta program-program sosial seperti pencegahan stunting.

 

Ke depan, Muhammadiyah akan terus memperkuat pengembangan layanan digital keumatan melalui kolaborasi lintas ekosistem agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat Indonesia.

 

QurbanMu merupakan layanan kurban digital yang tersedia dalam aplikasi MASA dan dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkurban yang lebih mudah, transparan, dan terintegrasi dalam ekosistem digital Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *