BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Tunisia dan KBRI Perkuat Sinergi Dakwah untuk Kemaslahatan Umat

99
×

Muhammadiyah Tunisia dan KBRI Perkuat Sinergi Dakwah untuk Kemaslahatan Umat

Sebarkan artikel ini

TUNISIA, panjimas – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunisia, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tunisia melaksanakan kunjungan silaturahmi ke KBRI Tunisia. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum penyampaian hasil Musyawarah Cabang Istimewa (Musycabis) PCIM Tunisia yang telah diselenggarakan sehari sebelumnya, Kamis, 16 Juli 2026.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PCIM Tunisia periode 2026–2028, Liga Alhaqi, bersama Ketua PCIM Tunisia periode 2024–2026, Naufal Sholahuddin. Keduanya diterima secara langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menekankan bahwa kader Muhammadiyah harus senantiasa mengedepankan semangat kolaborasi, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, setiap proses pengabdian hendaknya dilandasi dengan keikhlasan sehingga mampu melahirkan karya dan manfaat yang dirasakan secara luas.

Sementara, Ketua PCIM Tunisia, Liga Alhaqi, menjelaskan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus menjaga komunikasi yang harmonis dengan KBRI Tunis. Dalam kesempatan itu, Liga turut meminta arahan dari Duta Besar sebagai bekal dalam menjalankan amanah kepengurusan ke depan.

“Silaturahmi ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat sinergi antara PCIM Tunisia dan KBRI Tunis. Selain menyampaikan hasil Musycabis, kami juga memohon nasihat serta arahan dari Bapak Duta Besar agar langkah dan gerak organisasi ke depan semakin baik, bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di Tunisia,” ujar Liga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PCIM Tunisia periode 2024–2026, Naufal Sholahuddin, meminta pandangan Duta Besar mengenai peran kader Muhammadiyah setelah menyelesaikan studi di luar negeri. Menanggapi hal tersebut, Zuhairi Misrawi berpesan agar setiap kader tidak berhenti pada capaian akademik semata, melainkan menjadikan ilmu pengetahuan, pengalaman, serta jejaring yang diperoleh selama menempuh pendidikan di luar negeri sebagai modal untuk didedikasikan bagi kemajuan bangsa dan keberlanjutan gerakan Persyarikatan Muhammadiyah.

Menurutnya, nilai seorang kader tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan pengalamannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Memasuki usia satu dekade, PCIM Tunisia diharapkan terus menjadi wadah lahirnya kader-kader yang berintegritas, berwawasan global, serta mampu memperluas jejaring Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat internasional. Di saat yang sama, PCIM Tunisia diharapkan tetap beristiqamah dalam menebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

Silaturahmi tersebut menjadi penegas komitmen bersama antara PCIM Tunisia dan KBRI Tunisia untuk terus membangun komunikasi yang erat serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembinaan mahasiswa Indonesia di Tunisia. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang tidak hanya bermanfaat bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia di Tunisia secara lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *