BeritaNasionalNews

Presiden Prabowo Subianto Kirim 4 Menteri hadiri Milad 10 Tahun PMI Dea Malela di Sumbawa

61
×

Presiden Prabowo Subianto Kirim 4 Menteri hadiri Milad 10 Tahun PMI Dea Malela di Sumbawa

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Presiden Prabowo Subianto yg sedianya hadir memberi amanat pada Tasyakur Satu Dasawarsa Pesantren Moderen Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela) di Sumbawa, 18 Juli 2026, berhalangan datang dan sebagai gantinya mengutus empat menteri Kabinet Merah Putih utk mewakilinya. Keempat menteri tersebut adalah Menko Bidang Hukum dan HAM Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Menko Urusan Pangan Dr. Zulkifli Hasan (yg diwakili Wamenko Dr. Hanif Faisal), Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dan Mendiktisaintek (yg diwakili Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan). Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’i, yg juga Pembina Yayasan sudah hadir sehari sebelumnya untuk ikut Sujud Syukur bersama seluruh santri dan pendidik.

Menurut Pendiri dan Pengasuh PMI Dea Malela Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, kehadiran Empat Menteri Utusan Presiden Prabowo Subianto itu sungguh membahagiakan dan diapresiasi sebagai penawar kerinduan kepada Presiden yg pernah berjanji tiga kali untuk hadir sejak 2023. Menurutnya, PMI Dea Malela yg didirikan sepuluh tahun yg lalu dirancang sebagai kawah candradimuka bagi penyiapan kader ilmuwan Muslim yg diharapkan berperan bagi kebangkitan peradaban Islam dunia, khususnya mewujudkan kehidupan Islam berkemajuan di Indonesia. Alhamdulillah setelah tujuh kali wisuda SMP dan SMA Dea Malela telah melahirkan seratusan alumni yg sekarang melanjutkan studi di berbagai universitas terkemuka di dalam negeri (UI, IPB, ITS, Unair, Undip, Unsoed, Unbra, Unram, berbagai UIN, dan Universitas Muhammadiyah). Alumninya juga sudah merambah mancanegara sepertinRussia, Amerika Serikat, Turkiye, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Saudi Arabia, Mesir, dan Kazakhtan). Mereka banyak yg memilih jurusan sains dan teknologi, baik ilmu pengetahuan alam maupun ilmu pengetahuan sosial. Hal ini merupakan buah dari Sistem Pendidikan yg holistik dan integratif memadukan semua bidang ilmu dengan ajaran-ajaran Islam.

 

Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yg sebelumnya melantik 130 santri baru, menaruh kebanggaan atas prestasi PMI Dea Malela yg berusia muda namun mengukir prestasi cemerlang. Dengan nada berkelakar, Sang Kiyai-Menteri berujar PMI Dea Malela adalah lembaga pendidikan “Berkualitas Global, Bertarif Lokal”. Memang, pesantren yg berlokasi di pelosok dusun di Pulau Sumbawa dengan kampus di perbukitan sejuk dan pemandangan indah dijuluki sebagai Lembah Peradaban (The Valley of Civilization).

 

Menko Yusril Ihza Mahendra di awal sambutannya menyampaikan permohonan Presiden Prabowo Subianto yg berhalangan hadir dan berharap PMI Dea Malela terus berkembang maju mencetak sumber daya insani yg berkualitas bagi kemajuan peradaban masa depan. Menko Yusril juga berpesan agar santri PMI Dea Malela dapat menjadi warga negara yg taat hukum dan mewujudkan Indonesia sebagai negara berdasarkan hukum.

Rombongan Utusan Presiden yg datang ke Sumbawa dengan pesawat khusus, langsung pulang setelah menempuh Jalan Provinsi sejarak 49 km yg rusak berat dengan lobang-lobang besar yg tak kunjung diperbaiki oleh Pemprov NTB.

 

Pengasuh PMI Dea Malela Din Syamsuddin selalu meyakinkan santri agar apapun tantangan yg dihadapi semangat belajar dan juang tak boleh kendur.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberi apresiasi pendidikan pesantren yg berorientasi pada pembentukan karakter yg sangat diperlukan bangsa utk menghadapi masa depan. Ia menegaskan bahwa yg penting adalah bukan _it is not about who you are, but what do you want to be_ (siapa kamu, tapi kamu mau jadi apa).

Lebih lanjut Abdul Mu’ti, menteri, yg terkenal dengan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu, mendorong para santri/siswa utk mengubah diri dari baik menjadi hebat (from good to great).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *