BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Semangat Muhammadiyah di Alabio yang Menyejarah

80
×

Semangat Muhammadiyah di Alabio yang Menyejarah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Bukan di Jawa, tapi Pengajian Akbar Muhammadiyah dihadiri 3500 lebih jemaah ini diadakan di pedalaman Kalimantan, lebih tepatnya di Alabio, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

 

Ribuan warga Muhammadiyah itu hadir untuk mengikuti Milad ke-50 MBS Nurul Amin Alabio sekaligus peringatan 101 tahun Muhammadiyah Alabio yang dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Sabtu (25/7).

 

Namun ini bukan suatu yang aneh bagi Muhammadiyah di Alabio. Sebab Muhammadiyah masuk ke Kalimantan dimulai dari daerah Alabio ini sejak tahun 1925 atau dua tahun setelah meninggalnya Kiai Ahmad Dahlan di Jogja.

 

“Saya gak bayangkan di Alabio sudah ada Muhammadiyah sejak 1925, yang bahkan semua di sini belum lahir. Padahal betapa susahnya kan dari Banjarmasin ke Alabio saat itu,” kata Haedar di halaman MBS Nurul Amin Alabio.

 

Haedar menjelaskan, Muhammadiyah mengembangkan sayap dakwahnya di luar Pulau Jawa terjadi memang jauh sebelum Indonesia merdeka. Ketika tahun 1925 Muhammadiyah masuk Kalimantan, setahun berikutnya atau 1926 Muhammadiyah sudah masuk ke Papua Selatan.

 

“Itu menunjukkan semangat dari bawah, kalau ada semangat dari bawah biasanya yang di atasnya juga semangat. Daerahnya hidup, Wilayahnya hidup, Pimpinan Pusat juga ikut semangat,” ungkap Haedar.

 

Pada kesempatan ini Haedar juga mendorong pelayanan yang diberikan Muhammadiyah untuk masyarakat supaya ditambah, jika selama ini melalui pendidikan, bisa ditambah dengan pelayanan kesehatan.

 

“Ke depan juga harus punya klinik, syukur kalau bisa punya rumah sakit. Jangan tunggu dari Pusat. Harus bangkit dulu inner dynamicnya dari dalam. Muhammadiyah itu kan kuat karena itu,” imbuhnya.

 

Muhammadiyah Mitra Terbaik Membangun Hulu Sungai Utara

Kehadiran Haedar Nashir menjadi daya tarik besar bagi warga Muhammadiyah, bahkan juga Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mengikuti acara hingga selesai dan ikut meletakkan batu pertama renovasi Gedung Dakwah Muhammadiyah Alabio.

 

Bupati HSU, Sahrujani mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam membangun masyarakat di HSU. Bahkan sejak sebelum Negara Republik Indonesia ini berdiri, peran itu telah dilakukan oleh Muhammadiyah.

 

Dia berharap, sinergi dan kolaborasi yang dibangun antara Muhammadiyah dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU dapat terus dilakukan. Sebab dia memandang Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam membangun HSU.

 

“Kehadiran beliau merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi masyarakat HSU untuk terus membangun pendidikan, memperkuat dakwah Islam, dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujar Sahrujani.

 

Seirama dengan itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalsel, Ridhahani Fidzi juga mendorong kerja sama dengan Pemkab HSU. Terlebih relasi kesejarahan yang panjang bisa jadi alasan kuat Muhammadiyah dan Pemkab HSU untuk bersama-sama memajukan daerah.

 

“Kedepan tentu tantangan semakin besar. Mari kita terus mencetak kader-kader Muhammadiyah yang memiliki semangat tinggi, berilmu, dan berakhlakul karimah,” ujarnya.

 

Dalam acara ini juga berlangsung penyerahan lahan wakaf seluas 100 hektar dari H. Abdul Syahid, dan 2.550 meter persegi dari Maqdis Pilatia yang kedua lahan itu terletak di Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *