BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Wamen Fajar Pastikan Program Prioritas Soal Pendidikan Presiden Prabowo Tetap Berjalan

14
×

Wamen Fajar Pastikan Program Prioritas Soal Pendidikan Presiden Prabowo Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Pagi di Bangkalan, Jawa Tinur berjalan seperti biasa. Anak-anak berangkat ke sekolah, sebagian melintasi jalan-jalan desa, sebagian lain berjalan kaki dari rumah yang berjarak cukup jauh.

Di tempat-tempat seperti itulah pendidikan sesungguhnya berlangsung: bukan di atas angka-angka statistik, melainkan di ruang kelas tempat anak-anak menaruh harapan tentang masa depan.

Karena itu, ketika pemerintah memperbaiki sekolah, yang diperbaiki sesungguhnya bukan hanya atap yang bocor, lantai yang rusak, atau ruang kelas yang tidak lagi layak. Ada sesuatu yang lebih besar yang hendak dipulihkan: keyakinan bahwa setiap anak, di mana pun ia tinggal, berhak belajar dalam ruang yang aman dan bermartabat.

Pesan itu mengemuka dalam kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (17/9).

Fajar hadir untuk memberikan pembinaan dan penguatan terhadap aktualisasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Kabupaten Bangkalan. Kegiatan berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan dan diikuti satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi.

Presiden Prabowo bahkan memasang sasaran yang tegas bahwa pada 2029 tidak ada lagi sekolah yang membutuhkan perbaikan dibiarkan dalam kondisi rusak.

Target revitalisasi pada 2026 mencapai 71 ribu sekolah, dan pada 2027 diharapkan meningkat menjadi 100 ribu sekolah.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban memastikan anak-anak Indonesia memperoleh ruang belajar yang layak.

Dalam pidatonya, Presiden menyatakan: “Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat.”

Berdasarkan data resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan tertanggal 16 September 2026, terdapat 178 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP yang tercantum sebagai penerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.

Daftar itu mencakup 55 satuan PAUD, 93 SD, dan 30 SMP yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bangkalan. Sebaran itu memperlihatkan satu hal: revitalisasi tidak hanya menyentuh pusat kota. Sekolah-sekolah di Arosbaya, Blega, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi hingga Tragah ikut masuk dalam cakupan program.

Bagi Pemda Bangkalan, kenaikan jumlah sekolah yang memperoleh bantuan dibandingkan 2025 menjadi momentum penting. Wamen Fajar menyebut peningkatan tersebut sebagai kenaikan signifikan dan mencatat bahwa Bangkalan mendapatkan cakupan revitalisasi terbesar di Jawa Timur.

“Ini bukan sekadar soal berapa banyak sekolah yang dibangun atau diperbaiki. Ini tentang berapa banyak anak yang nantinya bisa belajar dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat,” ujar Fajar.

Namun, revitalisasi tidak boleh berhenti pada bangunan. Data Rapor Pendidikan Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan secara bersama-sama.

 

Berdasarkan data 2025, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bangkalan berada pada angka 66,5 atau kategori Tuntas Muda. Indeks tersebut dibentuk antara lain oleh indikator partisipasi sekolah, kemampuan literasi dan numerasi, kualitas layanan PAUD, serta iklim keamanan, kebinekaan, dan inklusivitas sekolah.

Angka-angka tersebut memberi pesan penting. Membangun kembali sekolah harus berjalan bersamaan dengan membangun kembali kualitas pembelajaran.

“Sekolah yang direvitalisasi harus menjadi sekolah yang semakin hidup. Bangunannya baik, tetapi pembelajarannya juga harus semakin baik. Guru diperkuat, kepala sekolah diperkuat, dan ekosistem di sekitar anak juga harus ikut bergerak,” kata Fajar.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bangkalan. Komitmen itu sejalan dengan pernyataan Bupati Bangkalan dalam kesempatan lain. Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah.

“Dari awal tahun saya sudah menyampaikan bahwa tahun ini saya fokus untuk pendidikan dan kesehatan,” kata Bupati Lukman Hakim

Selepas memberikan pembinaan di Pendopo Agung Bangkalan, Fajar melanjutkan agenda ke Pondok Pesantren Babussalam, Socah. Di sana ia menghadiri tabligh akbar sekaligus meninjau pembangunan SMP Babussalam yang telah mencapai sekitar 80 persen dan memasuki tahap penyelesaian.

Dua tempat itu—Pendopo Kabupaten dan sebuah sekolah yang sedang dibangun—memperlihatkan wajah pendidikan Indonesia yang sebenarnya. Karena itu, revitalisasi sekolah tidak seharusnya dipandang sebagai proyek konstruksi semata. Ia merupakan bagian dari ikhtiar yang lebih besar untuk mempersempit jarak kualitas pendidikan antardaerah.

Presiden Prabowo telah menetapkan arah dan skala program. Pemerintah pusat memperluas intervensi. Bangkalan menerima salah satu cakupan revitalisasi terbesar di Jawa Timur. Kini pekerjaan berikutnya adalah memastikan setiap rupiah yang ditanamkan negara berbuah pada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada bangunan: manusia Bangkalan yang lebih berpengetahuan, berkarakter, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

“Revitalisasi bukan akhir. Revitalisasi adalah awal dari ikhtiar kita untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat,” kata Fajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *