Jakarta, panjimas – Sekitar 800 kepala sekolah, guru, dan karyawan sekolah Muhammadiyah se-Kota Malang mengikuti Dialog Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di Muhammadiyah Islamic Center Manarul Islam (MIC Manis), Sabtu (19/9/2026).
Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP hingga SMA. Hadir pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Malang beserta jajaran, pimpinan cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kota Malang, serta pengurus dan guru di lingkungan MIC Manis.
Kedatangan Abdul Mu’ti di MIC Manis disambut siswa RA Muhammadiyah Manarul Islam (RAM Manis) dan MI Muhammadiyah Manarul Islam (MIM Manis). Paduan Suara Pharabens Choirs turut tampil dalam penyambutan tersebut.
Sebelum mengikuti dialog pendidikan, Abdul Mu’ti menyapa dan berinteraksi dengan sejumlah siswa RAM dan MIM Manis. Setelah itu, ia mengikuti dialog bersama kepala sekolah, guru, dan karyawan sekolah Muhammadiyah Kota Malang.
Muhammadiyah dan Semangat Pembaruan
Dalam dialog tersebut, Abdul Mu’ti menekankan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan. Menurutnya, semangat pembaruan tersebut kemudian dikenal sebagai Islam Berkemajuan dan menjadi salah satu landasan dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah.
“Muhammadiyah identik dengan pembaruan, yang selanjutnya dikenal sebagai Islam berkemajuan. Pemahaman agama atau manhaj berpikir itulah yang juga digunakan untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu’ti, semangat pembaruan dalam Muhammadiyah juga berkaitan dengan cara lembaga pendidikan menjalankan amanahnya. Karena itu, pengelolaan lembaga perlu dilakukan secara tertib agar program yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan.
Ingatkan Tata Kelola Pendidikan
Abdul Mu’ti juga mengingatkan kepala sekolah, guru, dan pengelola lembaga pendidikan Muhammadiyah mengenai pentingnya pelaporan dan tindak lanjut program.
“Lembaga pendidikan Muhammadiyah harus tertib, pelaporan harus jalan, tindak lanjutnya harus jelas. Sehingga akan mendapat kepercayaan dalam menjalankan amanah,” tuturnya.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti di hadapan para insan pendidikan Muhammadiyah yang hadir dari berbagai jenjang. Selain proses pembelajaran, pengelolaan administrasi dan pelaporan menjadi bagian dari tanggung jawab lembaga pendidikan dalam menjalankan program.
Sementara itu, Ketua PDM Kota Malang Prof. Dr. H. Abdul Haris, M.A., mendorong guru Muhammadiyah untuk terus bersemangat menjalankan peran dalam pendidikan.
“Kita sama-sama memahami maksud dari kebijakan-kebijakan dari Kemendikdasmen. Kami berharap setelah ini guru Muhammadiyah dapat lebih bersemangat dan terus istiqamah dalam memajukan pendidikan untuk memajukan bangsa,” ujar Abdul Haris.
Abdul Haris juga berharap pengembangan sekolah Muhammadiyah dilakukan di seluruh jenjang pendidikan di Kota Malang.
“Ke depan, kami berharap seluruh sekolah Muhammadiyah di Malang jadi sekolah unggul mulai dari tingkat TK hingga menengah atas,” lanjutnya.
Dialog Pendidikan di MIC Manis tersebut mempertemukan Mendikdasmen dengan kepala sekolah, guru, dan karyawan dari berbagai jenjang pendidikan Muhammadiyah di Kota Malang. Dalam forum tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan pesan mengenai semangat pembaruan sekaligus pentingnya ketertiban pelaporan dan tindak lanjut dalam pengelolaan lembaga pendidikan












