Jakarta, panjimas – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merumuskan langkah strategis penguatan gerakan pemberdayaan berbasis akar rumput guna memperluas jangkauan pendampingan bagi kelompok masyarakat marginal di seluruh Indonesia.
Formulasi langkah strategis tersebut dimatangkan dalam perhelatan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026: Monitoring dan Evaluasi Capaian Program serta Kegiatan MPM PWM/PDM se-Indonesia yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro No. 23, Kota Yogyakarta, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. M. Nurul Yamin, M.Si., menjelaskan bahwa forum tahunan ini diproyeksikan tak sebatas menjadi arena evaluasi kinerja keorganisasian, melainkan batu pijakan untuk meretas arah baru gerakan pemberdayaan masyarakat yang lebih adatif dan inklusif.
“Dari aktivitas organisasi ini sekaligus juga akan dijadikan langkah-langkah strategis pada fase-fase berikutnya,” ujar Nurul Yamin di Yogyakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Nurul Yamin memaparkan, MPM mengusung dua arsitektur utama gerakan pemberdayaan, yaitu Program Nasional dan Program Unggulan. Program Nasional menguatkan empat pilar strategis: kelembagaan organisasi, Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat, sektor pertanian melalui Jemaah Tani Muhammadiyah (Jatam), serta kawasan pesisir lewat Jamaah Nelayan Muhammadiyah (Jalamu).
Adapun Program Unggulan berbasis komunitas ditujukan untuk mengangkat potensi lokal masyarakat di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), kelompok miskin perkotaan, difabel, hingga buruh migran. Dalam sektor pekerja migran, MPM merangkul 5.362 buruh migran Indonesia—terutama di Malaysia—lewat wadah Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu).
“Pendampingan dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, tidak hanya menyentuh persoalan hukum, tetapi juga spiritual keagamaan melalui forum Jendela Migran,” jelas Yamin.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa seluruh program akselerasi ini berpedoman utuh pada amanat Tanfidz Keputusan Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta periode 2022–2027.
“Arah gerak inilah yang sejalan dengan visi pengembangan MPM periode 2022–2027 sebagaimana tertuang dalam Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48, yaitu ‘Terwujudnya Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat yang Berkemajuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Buruh, Tani, Nelayan, dan Kelompok Dhuafa-Mustadh’afin sebagai Perwujudan Islam Rahmatan Lil Alamin’,” paparnya.
Sebagai penutup rangkaian perhelatan Konsolnas 2026, MPM PP Muhammadiyah meresmikan peluncuran logo serta lagu tema (theme song) Jambore Nasional Jatam ke-2 yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Lampung pada Juli 2027 mendatang.











