Jakarta, panjimas – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, menegaskan organisasinya belum memiliki rencana mendirikan Bank Umum Syariah seperti yang ramai dibicarakan publik.
Dalam rapat pleno PP Muhammadiyah pada Rabu malam, 2 Juli 2025, pengurus hanya menyepakati konsolidasi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) milik Muhammadiyah di berbagai wilayah. “Muhammadiyah belum ada rencana mendirikan bank,” kata Muhadjir kepada media, Kamis, 3 Juli 2025.
Muhadjir mengakui ide mendirikan bank syariah memang sudah muncul, tetapi belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. “Majelis Ekonomi dan Bisnis sudah membuat rencana bisnisnya,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan izin pendirian BPRS baru milik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Bank tersebut bernama BPRS Matahari, bukan Bank Umum Syariah.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, juga menyampaikan permintaan warga Muhammadiyah untuk mendirikan bank syariah terus meningkat. “Dalam waktu dekat tentu belum, tapi bukan tidak mungkin,” katanya, Rabu, 2 Juli 2025.
Menurut Anwar, Muhammadiyah telah lama menyatakan bahwa bunga merupakan bentuk riba dan hukumnya haram. Karena itu, organisasi telah mengonversi BPR konvensional menjadi syariah. Pada Juni 2025, BPR Matahari Artadaya resmi berubah menjadi Bank Syariah Matahari (BSM).
Saat ini, Muhammadiyah mengelola sekitar 10 BPRS. OJK melihat potensi besar bagi Muhammadiyah untuk memiliki Bank Umum Syariah (BUS), karena dianggap sudah memiliki modal dan jaringan yang cukup.
Anwar mengatakan OJK mendorong konsolidasi antar-BPRS Muhammadiyah untuk memudahkan pendirian BUS. “Kalau merger dilakukan, maka keinginan Muhammadiyah untuk punya bank umum syariah tentu akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.
Meski begitu, proses konsolidasi akan dilakukan bertahap. “Mana yang sudah siap di-merger, ya di-merger. Kalau belum, ya jangan dulu. Proses merger itu harus dilakukan hati-hati agar tidak menimbulkan masalah,” kata Anwar.











