BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Optimalkan Peran Ribuan Jamaah Tani Kembangkan Sektor Pertanian  

19
×

Muhammadiyah Optimalkan Peran Ribuan Jamaah Tani Kembangkan Sektor Pertanian  

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, panjimas – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berupaya meningkatkan sektor pertanian di Indonesia dengan menggerakkan Jamaah Tani Muhammadiyah (JTM) agar produktif dan berinovasi untuk mendukung kedaulatan pangan negeri.

 

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin di Yogyakarta, Kamis, mengatakan total JTM yang terkonsolidasi mencapai lebih dari 5.000 petani dengan beragam varietas maupun produk pertanian.

 

“Kita mengembangkan beberapa varietas unggulan di varietas padi ini, juga di bidang sayur maupun di bidang perkebunan serta peternakan,” katanya.

 

Muhammadiyah juga fokus melakukan kaderisasi petani muda, baik generasi Z maupun milenial, terlebih bagi mereka yang telah berhasil untuk berbagi inspirasi dan pengalaman sebagai refleksi pada Hari Tani Nasional.

 

“Termasuk melibatkan para mahasiswa pertanian di seluruh Indonesia, khususnya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menyadari mayoritas anggota JTM merupakan petani yang telah berusia lanjut sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Muhammadiyah.

 

“Menjadi tantangan untuk masa depan pertanian kita. Bagaimana pelaku pertanian ini bisa mewariskan kepada generasi yang akan datang,” katanya.

 

Ia menilai permasalahan di sektor pertanian bukan hanya berasal dari internal petani, tetapi juga faktor cuaca karena belakangan ini banyak daerah mengalami kekeringan.

 

“Pendekatan ilmu pengetahuan untuk pertanian lahan kering menjadi sangat penting dalam konteks ini,” ujarnya.

 

Ia menyebut salah satu program yang diluncurkan untuk menjaga kebutuhan pangan di antaranya melalui pertanian perkotaan atau urban farming dengan memanfaatkan lahan di wilayah perkotaan.

 

“Paling tidak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga,” katanya.

 

Sementara itu, salah satu petani muda asal Temanggung, Jawa Tengah, Muhammad Fadilah Al-Amin menyampaikan keresahan terkait minimnya generasi Z yang mau menjadi petani karena terbawa pandangan negatif terhadap profesi tersebut.

 

“Banyak Gen Z itu berpikir bahwa petani itu kotor,” katanya.

 

Ia berharap diskusi pertanian yang digelar PP Muhammadiyah tersebut dapat mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian tidak seburuk yang dibayangkan sehingga mereka mulai tertarik dengan dunia pertanian.

 

“Dari sini mungkin bisa membuka wawasan kepada Gen Z bahwa pertanian itu bisa dimajukan oleh Gen Z itu sendiri,” ujarnya.

 

Ia menyadari di daerah tempat tinggalnya lahan tanam memang tersedia luas, namun karena banyak anak muda tidak menyukai pertanian, akibatnya banyak lahan yang diharapkan dikelola oleh petani lanjut usia.

 

“Anak-anak muda sekarang malah pada perginya kerja ke perusahaan, jadi pegawai dan merantau,” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *