Limpung, panjimas – Siapa bilang belajar coding itu membosankan dan bikin pusing? Suasana berbeda justru terlihat di SMP MBS Limpung pada Selasa siang (10/2/2026). Alih-alih tegang menatap barisan kode rumit, para siswi kelas 8B tampak asyik “merancang” game buatan mereka sendiri.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB ini merupakan bagian dari materi BAB Algoritma & Pemrograman. Di bawah bimbingan guru Informatika, Ibu Zahrotul Ta’lif, para siswi diajak mempraktikkan teori logika pemrograman secara langsung menggunakan media Scratch.
Scratch adalah platform visual yang memungkinkan siswa menyusun balok-balok perintah (drag-and-drop) untuk membuat animasi hingga video game sederhana. Metode ini terbukti ampuh membuat materi algoritma yang biasanya dianggap berat menjadi jauh lebih ringan dan menyenangkan.
Para santriwati terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tawa pecah saat ada karakter game yang bergerak tidak sesuai keinginan, namun berubah menjadi sorak gembira ketika logika “jika-maka” yang mereka susun berhasil membuat karakter melompat atau mencetak skor.
“Coding itu aslinya asyik, lho! Saya ingin anak-anak merasakan bahwa teknologi tidak hanya untuk digunakan, tetapi juga bisa mereka ciptakan sendiri. Lewat Scratch, mereka belajar berpikir sistematis tanpa merasa sedang belajar hal teknis yang berat. Melihat mereka tertawa saat gamenya berhasil jalan, itu kepuasan tersendiri buat saya.” ungkap Ibu Zahrotul Ta’lif
Melalui kegiatan praktik ini, para siswi kelas 8B secara tidak langsung melatih kemampuan problem solving dan kreativitas. Mereka belajar bahwa di balik setiap aplikasi atau game keren, ada alur logika yang harus disusun dengan rapi. Melalui pembelajaran yang seru seperti ini, harapanya siswi SMP MBS Limpung tidak lagi asing dengan dunia teknologi masa depan dan semakin bersemangat untuk terus berinovasi.











