YOGYAKARTA, panjimas – Presiden Sukarno pernah menyebut, kemerdekaan adalah jembatan emas, maka kader Muhammadiyah harus melaluinya untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Harapan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib pada Kamis (20/8) dalam Pembukaan Moehi National Competition (MONACO #11) di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Menuju Indonesia Emas 2045, sambungnya, tidak cukup digalakang secara sepihak, melainkan harus dilakukan secara kolaboratif.
Selain itu, menurutnya juga tidak boleh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 hanya memperkuat ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga dengan mengasah dan memperhalus jiwa bangsa dengan seni dan budaya.
Indonesia ini kaya dengan budaya, adat istiadat, bahasa dan sebagainya, sehingga kita punya moto Bhinekka Tunggal Ika. Kalau keragaman, kebhinekaan kita rawat sedemikian rupa dengan kolaborasi yang apik, maka kita optimis Indonesia mampu menuju Indonesia Emas 2045,ungkapnya.
Sebaliknya, jika keragaman tidak mampu dirawat dan digali potensinya, maka menuju Indonesia Emas 2045 menurut Irwan akan sulit dicapai.
Oleh karena itu, kepada penyelenggaran MONACO #11 diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih luas– menasional sehingga mempercantik kebhinekaan di Indonesia.
Guru Besar Pendidikan Matematika ini berharap, melalui agenda MONACO #11 menjadi ruang bersama bagi siswa untuk berkreasi, serta mewujudkan mimpi dengan inovasi yang luar biasa.
Ketika para generasi muda kita mampu berkreasi, berinovasi dengan baik maka saya yakin ke depan kita bisa meraih Indonesia Emas itu,katanya.
Sebagai infromasi, MONACO #11 Tahun 2026 sebagai ajang kompetisi pelajar berskala nasional yang memadukan prestasi, kreativitas, sportivitas, dan persahabatan.
Sebanyak 2.064 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kompetisi yang tahun ini menghadirkan 20 bidang lomba, meliputi Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, Olimpiade Matematika, Cipta Puisi, Story Telling, Speech Contest, Basketball, Poster Digital, Fotografi, Dai Muda, CCAI, MHQ, MTQ, Esai, Tapak Suci Fighting, Tapak Suci Seni Tunggal, Tapak Suci Seni Ganda, Mobile Legends, Free Fire, dan Solo Vocal.
Di sisi lain, Kepala Sekolah Muhi, Herynugroho menjelaskan, MONACO memiliki nilai pendidikan yang kuat karena proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Selain itu, MONACO menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun persahabatan dengan pelajar dari berbagai daerah












