JAKARTA, panjimas — Australian Halal Authority and Advisor menerima penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam ajang Indonesia Halal Awards 2026. Penghargaan tersebut dinilai bukan sekadar apresiasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga layanan halal.
GM Australian Halal Authority and Advisor, Muhamad Isfandiar mengatakan penghargaan yang diterima menjadi dorongan bagi lembaganya untuk mempertahankan komitmen dalam memberikan layanan halal secara berkelanjutan.
“Makna daripada penghargaan ini adalah suatu penghargaan. Tetapi di samping itu ada responsibility,” ujar Isfandiar seusai menerima penghargaan, Ahad (20/9/2026).
Menurut dia, penghargaan tersebut membawa tanggung jawab untuk terus memberikan pelayanan halal kepada masyarakat dunia. Karena itu, upaya menjaga kehalalan harus dilakukan secara konsisten dan tanpa kompromi.
“Bukan saja penghargaan, tapi responsibility supaya kita memberikan servis halal kepada seluruh manusia di permukaan dunia. Ini adalah tanggung jawab,” katanya.
Isfandiar juga mengapresiasi penerapan kewajiban halal di Indonesia. Dia menilai keberadaan BPJPH memiliki peran penting dalam memastikan ketentuan halal dapat diterapkan terhadap produk yang beredar di masyarakat.
“Saya rasa produk-produk yang ada di Indonesia sudah ada wajib halal, apalagi mulai tanggal 18 Oktober ini. Jadi kita percaya dengan adanya BPJPH maka halal, halalan thayyiban, akan terjaga,” ujarnya.
Dia menambahkan, penerapan kewajiban halal perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Menurutnya, konsumen perlu memahami pentingnya memilih produk yang halal dan bersih.
“Semua orang Islam yang mengonsumsi makanan harus tahu bahwasanya ini halalan dan bersih. Dan ini manfaat bagi pengkonsumsi, bukan saja orang Islam tapi semua manusia,” kata Isfandiar.












