BANYUMAS,panjimas – Sampah di Kabupaten Banyumas tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga didorong menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.
Gagasan tersebut mengemuka dalam pengukuhan Satgas Green Movement Muhammadiyah (GreenMu) yang digelar di Hotel Java Heritage Purwokerto, Selasa (22/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono bersama tamu undangan mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri, Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq.
Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas M. Djohar mengatakan, Muhammadiyah Banyumas terus mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya sampah plastik dan botol.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni meluncurkan gerakan pengelolaan sampah berbasis digital melalui aplikasi GreenMu.
Gerakan tersebut dilaksanakan secara masif dan sistematis mulai dari tingkat ranting, cabang, hingga daerah.
“Untuk efektivitas program ini, PDM Banyumas meresmikan pengukuhan 1.014 Satgas GreenMu yang tersebar di tingkat ranting dan cabang,” jelas Djohar.
Melalui gerakan tersebut, persoalan sampah di Kabupaten Banyumas diharapkan tidak hanya dapat ditangani dari sisi lingkungan.
Namun, sampah juga diharapkan dapat dikonversi menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas dengan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kerja sama tersebut berfokus pada program penanaman pohon buah seluas 10 hektare yang memanfaatkan lahan wakaf.
“Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menjadi kawasan konservasi hijau produktif bagi warga Banyumas,” ungkap Djohar.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan krisis lingkungan, mulai dari persoalan sampah, pencemaran, hingga berkurangnya tutupan hijau, bukan lagi persoalan yang dapat diabaikan.
“Menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari amanah kepemimpinan manusia di bumi serta bentuk tanggung jawab moral kepada Allah SWT dan generasi mendatang,” ungkap Sadewo sebagaimana dalam rilis












