BeritaInternasionalMuhammadiyahNews

Haedar Nashir : Buku MUHI (Muhammadiyah 1 Yogyakarta) untuk Negeri Jaga Ingatan Kolektif

16
×

Haedar Nashir : Buku MUHI (Muhammadiyah 1 Yogyakarta) untuk Negeri Jaga Ingatan Kolektif

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, panjimas – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi penyusunan buku MUHI untuk Negeri: Sejarah, Alumni, Sumbangsih. Upaya pendokumentasian ini, berperan untuk menjaga ingatan kolektif.

 

”Jika tidak dirawat dan diwariskan, sejarah lembaga pendidikan bisa kehilangan makna,” katanya, Rabu, 23 September 2026. ”Buku MUHI untuk Negeri untuk mewariskan perjalanan panjang MUHI, kepada generasi sekarang dan mendatang.”

 

Buku MUHI untuk Negeri, bukan sekadar catatan sejarah sekolah. Namun menurut Haedar, buku ini mampu menunjukkan bagaimana pendidikan membentuk perjalanan hidup para alumninya.

 

Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah 1 (IKAMUHI) Yogyakarta Ida Pujiastuti, ingin membangun sinergi antara alumni dengan almamater melalui buku yang disusun. Ia merupakan alumni MUHI tahun 1984.

 

Bagi Ida, MUHI tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan formal. Sekolah tersebut juga menjadi ruang pembentukan karakter, nilai keimanan, semangat kebangsaan, dan pengabdian.

 

Sedangkan, Kepala Sekolah MUHI Herynugroho menyebut buku tersebut, merekam sebagian perjalanan panjang sekolah. Termasuk pengalaman, perjuangan, dan cerita yang dianggap memiliki makna bagi keluarga besar MUHI.

 

Pandangan tentang mengenai masa depan MUHI juga disampaikan Busyro Muqoddas, Ketua KPK RI periode 2010-2011 sekaligus alumni MUHI 1971. Menurut Busyro, sejarah panjang MUHI menjadi modal.

 

”Untuk menghadapi tantangan pendidikan pada masa kini,” ujarnya. ”Termasuk sebagai refleksi untuk perubahan sosial yang dihadapi generasi Z, sebagai anak muda masa kini.”

 

Ia berharap, buku tersebut memperkuat peran alumni mewujudkan MUHI Reborn. Yakni MUHI yang kembali pada hakikatnya sebagai institusi yang melahirkan calon pemimpin bangsa dan pembelajar, yang terus menuntut ilmu dengan menjunjung kemuliaan akhlak.

 

Selain memuat sejarah dan profil alumni, buku MUHI untuk Negeri juga menghadirkan sejumlah sosok. Mereka merupakan tokoh MUHI yang dinilai memiliki kiprah menonjol di bidang masing-masing.

 

Beberapa nama alumni di antaranya Musisi Ebiet G Ade, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. Ada juga Ilmuwan Profesor Amir Hamidy, Musisi Eros Candra, Sutradara Fajar Nugros dan masih banyak lagi.

 

Proses penyusunan buku melibatkan unsur IKAMUHI sebagai tim kurator. Tim tersebut terdiri atas Ketua Umum IKAMUHI Ida Pujiastuti, Wakil Ketua Umum Tri Ismu Husnan P., Adwi PY Amri, Afnan Hadikusumo, Sobirin, serta Tri Kusumo Bawono.

 

Buku setebal 418 halaman, MUHI untuk Negeri menjadi salah satu upaya untuk membawa kisah perjalanan MUHI keluar dari ingatan personal. Dan menjadikannya sebagai dokumentasi sejarah pendidikan.

 

Di Indonesia ternyata baru ada 5 sekolah SMA yang menerbitkan buku tentang sejarah sekolah dan kiprah alumninya. Sedangkan MUHI, merupakan satu-satunya sekolah swasta yang melakukan hal sama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *