BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Media Kantor PP Muhammadiyah Gelar Pelatihan, Membantu Kebutuhan Foto Perilisan Media Persyarikatan

7
×

Media Kantor PP Muhammadiyah Gelar Pelatihan, Membantu Kebutuhan Foto Perilisan Media Persyarikatan

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA, panjimas – Perubahan zaman membentuk pula perubahan kebiasaan, termasuk fungsi kehumasan. Dahulu, informasi didapat dengan cara-cara konvensional seperti membaca media cetak maupun melihat televisi, kini hal itu menjadi sesuatu yang mudah digapai hanya dengan gawai yang tersambung internet.

Merespons hal tersebut, Bagian Media Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pelatihan Fotografi yang diisi oleh Fotografer Humas Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta pada Selasa (29/09) di Aula Gedung PP Muhammadiyah Supeno.

Aan Aardianto selaku Koordinator Keredaksian Media Kantor PP Muhammadiyah menyebut fungsi pelatihan ini guna foto-foto yang dihasilkan untuk kebutuhan rilis dapat dihasilkan dengan maksimal.

Choirul Fajri Direktur Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) PP Muhammadiyah menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, kualitas setelah didapat dari pelatihan ini mampu menjadikan standarisasi yang baik di tiap perilisan persyarikatan.

“Jadi ini adalah satu keharusan bagi pekerja di bidang media di persarikatan untuk dapat menguasai fotografi,” ujar Fajri.

Selaku pemateri, Yudhi Cholikul Ihsan yang juga merupakan Tenaga Ahli Humas Pemda DIY, memaparkan materi berupa teori-teori serta pengalamannya selama bekerja di bidang kehumasan. Bagi Yudhi, kehumasan justru bukan untuk memenuhi apa yang diminta melainkan menjadi diri sendiri.

Yudhi yang sudah cukup lama akrab di dunia fotografi, menjadikannya lebih peka dengan situasi. Ia menyarankan sebelum terjun di lapangan untuk memotret, agar mengobservasi tempat dimana acara akan diselenggarakan.

Alih-alih seperti kehumasan lainnya yang lebih banyak menampilkan seremonial. Yudhi lebih memilih memakai sudut dari masyarakat yang sesuai dengan tugasnya sebagai penghubung aduan dari masyarakat.

Menyinggung media sosial, Yudhi menyebut media sosial kini tidak lagi dipahami hanya sebagai tempat publikasi, melainkan juga sebagai branding instansi. Sehingga, memahami audiens sangat diperlukan agar konten yang dipublikasikan tetap relevan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *