BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Kabupaten Cirebon

17
×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Kabupaten Cirebon

Sebarkan artikel ini

Cirebon, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebutkan program revitalisasi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diarahkan untuk membenahi fasilitas belajar agar lebih representatif.

 

Menteri Abdul Mu’ti dalam kunjungan ke Cirebon, Senin, mengatakan salah satu sekolah yang mendapat program revitalisasi, ialah SDN 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, yang merupakan hasil penggabungan dua SD.

 

“Ini adalah penggabungan dari dua SD yang di-merger, yang mudah-mudahan dengan revitalisasi ini sarana pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi,” katanya.

 

Ia mengatakan SDN 1 Kedungjaya mendapat bantuan revitalisasi senilai Rp1,8 miliar yang mencakup pembangunan 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, dan sembilan toilet.

 

Pembangunan tersebut, kata dia, saat ini telah mencapai sekitar 40 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan.

 

“Alhamdulillah sekarang pembangunan sudah berjalan lancar, memang baru 40 persen, tapi insyaallah dalam waktu dua bulan lagi pembangunan sudah bisa selesai 100 persen,” ujarnya.

 

Ia mengatakan revitalisasi sekolah tersebut secara swakelola dengan melibatkan kepala sekolah, masyarakat sekitar, dan panitia pembangunan.

 

Ia menyebut pelaksanaan revitalisasi menjadi bagian dari pembangunan sarana pendidikan, yang dilakukan secara bertahap sesuai kondisi sekolah dan kebutuhan fasilitas.

 

Selain mengecek revitalisasi, Abdul Mu’ti juga melihat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Kedungjaya, Cirebon.

 

Ia mengatakan menu yang disajikan kepada siswa telah memuat sayuran, protein, dan karbohidrat serta sesuai dengan standar yang ditetapkan.

 

“Tadi saya meninjau langsung MBG-nya bagus dan sudah dua tahun katanya tadi saya tanya. Lancar semua,” katanya.

 

Direktur SD Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Moch Salim Somad mengatakan 82 SD di Kabupaten Cirebon mendapat intervensi pembangunan pada 2026.

 

Ia menyebutkan intervensi terhadap 82 SD tersebut mencakup pembiayaan dari APBN, APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBD Kabupaten Cirebon dengan total anggaran Rp44 miliar.

 

“Pembangunan bertahap dan kita prioritaskan sekolah yang rusak berat yang bisa kita berikan alokasi untuk tahun 2026,” ucap dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *