JAKARTA, panjimas — Gerakan kesehatan Muhammadiyah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pelayanan pengobatan di rumah sakit dan klinik, tetapi perlu diperkuat dengan budaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam Seminar Nasional dan Grand Launching I-CHIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (15/9), di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Menurut Abdul Mu’ti, Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta telah menegaskan pentingnya membangun budaya hidup sehat. Karena itu, gerakan kesehatan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui pola hidup sehat.
“Muhammadiyah selain berusaha memberikan layanan kesehatan melalui pengobatan di rumah sakit, klinik, dan berbagai layanan kesehatan lainnya, yang lebih ditekankan adalah bagaimana membangun budaya hidup sehat atau healthy lifestyle,” ujarnya.
Budaya hidup sehat, lanjutnya, perlu didukung oleh lingkungan fisik, sosial, keluarga, dan pendidikan yang sehat. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan jasmani dan mental, terutama di tengah perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi.
“Kita melihat bagaimana kaitan antara kesehatan fisik dan rohani ini ternyata sangat erat. Sebagian merupakan dampak dari gaya hidup, sebagian juga sebagai akibat dari teknologi terhadap kesehatan mental,” ungkapnya.
Dalam bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
“Kami ingin membangun generasi Indonesia yang kuat secara fisik, spiritual, intelektual, dan mental,” tuturnya.
Menurut Abdul Mu’ti, pembentukan generasi sehat tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata, tetapi memerlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah, akademisi, dan media.
Ia berharap peluncuran I-CHIP UMJ dapat memperkuat penelitian di bidang kesehatan sekaligus menghasilkan masukan akademik bagi penyusunan kebijakan berbasis data.
“Semoga diluncurkannya I-CHIP ini dapat memperkuat kajian-kajian ilmiah di UMJ, khususnya di bidang kesehatan, untuk membangun masyarakat yang sehat dan generasi yang kuat,” pungkasnya












