BeritaInternasionalKemendikdasmenMendikdasmenNews

Wamendikdasmen Fajar Lepas Kontingen Ke WSC 2026, Para Talenta Muda Siap Beri Hasil Terbaik Buat Bangsa

13
×

Wamendikdasmen Fajar Lepas Kontingen Ke WSC 2026, Para Talenta Muda Siap Beri Hasil Terbaik Buat Bangsa

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim 20 talenta muda Indonesia untuk berlaga dalam WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026. Mereka merupakan siswa dan alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terpilih melalui proses seleksi dan pembinaan untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi keterampilan tingkat dunia.

Pelepasan kontingen Indonesia dilakukan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq bersama Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (15/9/2026) malam.

Acara juga dihadiri Direktur SMK Arie Wibowo Khurniawan, para expert, perwakilan balai besar pelatihan vokasi dan produktivitas, dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, serta sejumlah mitra yang mendukung persiapan kontingen Indonesia.

Para peserta akan berlaga dalam 17 bidang keahlian. Sebelum berangkat ke Shanghai, mereka telah menjalani pembinaan dan pelatihan secara intensif dalam waktu panjang. Ada peserta yang ditempa selama enam bulan, sembilan bulan, bahkan hingga satu tahun.

Fajar mengatakan, 20 talenta yang diberangkatkan merupakan peserta yang telah melewati proses seleksi ketat. Mereka mendapat kesempatan mewakili Indonesia setelah melalui tahapan untuk memilih talenta terbaik.

“Saya percaya kontingen Indonesia di Shanghai akan menunjukkan hasil yang terbaik untuk bangsa,” katanya.

Fajar meminta para peserta memanfaatkan kesempatan di Shanghai bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga belajar dari talenta dan perkembangan keterampilan dari berbagai negara.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dibawa pulang dan dikembangkan di Indonesia.

Fajar menekankan menjadi juara tidak semata-mata ditentukan oleh medali. Kata dia, juara adalah mentalitas dan cara hidup. Seorang juara punya mental jujur, mandiri, dan bertanggung jawab.

“Keterampilan membuat seseorang unggul, tetapi karakterlah yang membuat keunggulan itu bernilai,” pesan alumni doktoral UGM tersebut.

Menurut Fajar, mentalitas tersebut sangat dibutuhkan dalam WorldSkills. Peserta tidak hanya dituntut bekerja cepat, tetapi juga presisi, kreatif, mampu memecahkan masalah, dan tetap tenang di bawah tekanan.

Fajar berharap, Indonesia dapat memperbaiki capaian pada WorldSkills Lyon, Prancis, 2024. Saat itu, Indonesia menempati peringkat ke-11 dunia berdasarkan rata-rata poin medali, dengan raihan satu emas, satu perak, dan dua Medallion for Excellence.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *