BeritaKemendikdasmenMendikdasmen

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Integrasi Pendidikan Formal dan Kursus

33
×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Integrasi Pendidikan Formal dan Kursus

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong sinergi antara lembaga pendidikan formal, informal, dan nonformal untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan dan keterampilan. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk lembaga kursus di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

 

Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan tidak harus berlangsung melalui jalur sekolah formal saja. Lembaga kursus dan pelatihan dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang memberikan keterampilan praktis yang belum tentu dapat diperoleh peserta didik di sekolah. Karena itu, pemerintah mendorong hubungan yang lebih erat antara sekolah dan lembaga kursus.

 

Salah satu sasaran yang menjadi perhatian adalah lulusan SMK. Mu’ti mendorong mereka memiliki dua jenis sertifikat, yakni ijazah dari satuan pendidikan formal dan sertifikat pelatihan dari lembaga kursus dan pelatihan. Menurutnya, kombinasi keduanya dapat memperluas pilihan keterampilan dan peluang kerja lulusan.

 

Gagasan tersebut juga tidak hanya ditujukan kepada siswa SMK. Mu’ti menyebut siswa SMA dapat mengikuti kursus sambil menjalani pendidikan formal. Keterampilan tambahan tersebut dapat berupa kemampuan praktis yang mendukung kesiapan bekerja maupun menjadi wirausahawan.

 

Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen meluncurkan pemutakhiran Dapodik Lembaga Kursus. Data tersebut diharapkan menjadi dasar yang lebih akurat dan mutakhir dalam merumuskan kebijakan terkait pendidikan nonformal, termasuk penyaluran bantuan dan intervensi pemerintah. Mu’ti menekankan pentingnya data pendidikan yang valid untuk mendukung pengambilan kebijakan.

 

Penguatan pendidikan nonformal juga terlihat dari program pelatihan yang diarahkan langsung ke dunia kerja. Dalam kegiatan tersebut, Kemendikdasmen melepas alumni program Pendidikan Kecakapan Kerja dari sejumlah lembaga kursus untuk bekerja di luar negeri. Data yang dilaporkan Kemendikdasmen menunjukkan ribuan peserta ditempatkan di sejumlah negara, termasuk Jepang, Bulgaria, Turki, Malaysia, Taiwan, dan negara lainnya.

 

Langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan pendidikan yang semakin menekankan keterhubungan antara pembelajaran dan kebutuhan keterampilan. Sekolah memberikan fondasi akademik dan karakter, sementara kursus dan pelatihan dapat memperkuat keterampilan praktis. Tantangannya adalah memastikan kedua jalur tersebut memiliki standar mutu, sistem pengakuan kompetensi, dan data yang terintegrasi sehingga keterampilan yang diperoleh peserta didik benar-benar dapat menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *