BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Wamen Fajar Tinjau PJJ untuk Anak Tidak Sekolah (ATS) di Medan, Dorong Anak Kembali Belajar

11
×

Wamen Fajar Tinjau PJJ untuk Anak Tidak Sekolah (ATS) di Medan, Dorong Anak Kembali Belajar

Sebarkan artikel ini

Medan, panjimas – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMA Negeri 3 Medan, Senin (28/9/2026). Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak tidak sekolah (ATS).

Fajar mengatakan penguatan PJJ merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung target Indonesia tanpa anak tidak sekolah pada 2045. Upaya tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.

“Saya diminta Pak Menteri Abdul Mu’ti untuk mengawal PJJ ini. Diharapkan menjadi salah satu instrumen agar ATS semakin berkurang,” ujar Fajar saat kunjungan.

Berdasarkan rekap pendataan ATS di Sumatera Utara, terdapat 230.142 individu yang masuk kategori anak tidak sekolah. Jumlah tersebut terdiri dari 114.207 anak yang belum pernah bersekolah, 57.872 anak putus sekolah, serta 58.063 anak yang telah lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan.

 

Dari data tersebut, sebanyak 38.634 anak tercatat tidak melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan kelas IX. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong perluasan akses pendidikan menengah melalui berbagai layanan, termasuk PJJ.

 

Dalam kunjungannya, Fajar meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Alexander Sinulingga memperkuat sosialisasi program PJJ, menjangkau calon peserta didik, serta memastikan siswa mendapatkan pendampingan hingga menyelesaikan pendidikan.

 

Orang Tua Berharap Program Berlanjut

Dalam dialog bersama peserta PJJ, Nurmala, orang tua siswa asal Pematangsiantar, menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia berharap layanan PJJ dapat terus berjalan agar anak-anak yang sebelumnya berhenti sekolah memiliki kesempatan kembali belajar.

 

“Terima kasih kepada pemerintah atas program PJJ. Anak kami mendapat kesempatan untuk sekolah lagi. Kami berharap layanan ini terus berlanjut agar anak-anak bisa menyelesaikan pendidikan,” kata Nurmala.

 

Fajar mengapresiasi peran orang tua yang terus mendukung anak kembali menempuh pendidikan. Ia mengajak keluarga untuk ikut mengawal proses belajar hingga siswa menyelesaikan jenjang pendidikan.

 

Harapan serupa disampaikan Gabriel, siswa PJJ asal Pematangsiantar yang bekerja sebagai pekerja bangunan untuk membantu keluarganya.

 

“Saya ikut PJJ karena ingin menjadi operator alat berat,” ujar Gabriel.

Fajar memberikan motivasi agar Gabriel tetap melanjutkan pendidikan dan tidak ragu meminta bantuan guru ketika menghadapi kendala dalam pembelajaran.

Dalam kunjungan tersebut, Fajar juga melihat penggunaan sistem manajemen pembelajaran (LMS) yang digunakan untuk memantau aktivitas belajar dan kehadiran siswa. Ia turut menyerahkan modul pembelajaran secara simbolis kepada peserta PJJ yang hadir di sekolah induk.

Selain itu, Fajar menyapa siswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan mendorong mereka untuk terus melanjutkan pendidikan serta berkontribusi bagi daerah asal.

Menurutnya, keberhasilan program PJJ membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar akses pendidikan semakin luas serta angka anak tidak sekolah dapat terus ditekan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *