BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Mendikdasmen Ingatkan Kemajuan Infrastruktur Digital Menjadi Jembatan Dapatkan Layanan Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan

20
×

Mendikdasmen Ingatkan Kemajuan Infrastruktur Digital Menjadi Jembatan Dapatkan Layanan Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan kemajuan infrastruktur digital haruslah menjadi jembatan bukan penghalang untuk mendapatkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Ia menilai pemanfaatan kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tidak meratanya konektivitas jaringan internet, aksesibilitas perangkat hingga keterbatasan sumber pembelajaran yang dapat memengaruhi pemerataan antarwilayah.

“Sebagian peserta didik menikmati infrastruktur digital yang berkualitas tinggi, sementara sebagian lainnya masih menghadapi kendala konektivitas, aksesibilitas, dan keterbatasan sumber belajar. Kita harus memastikan kemajuan teknologi menjadi jembatan, bukan penghalang, menciptakan peluang bagi semua murid,” kata Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan dalam forum SEAMEO Centres Policy Research Network (CPRN) Summit 2026 di Jakarta Selatan pada Selasa.

Karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan forum yang mempertemukan berbagai pembuat kebijakan, peneliti, akademisi hingga praktisi yang memiliki keterkaitan langsung dengan layanan pendidikan dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, penyelesaian berbagai tantangan pendidikan tidak hanya memerlukan kepemimpinan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

“Semangat kolaborasi ini menjadi semakin penting ketika kita berupaya menjembatani penelitian, kebijakan, dan praktik demi mewujudkan masa depan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik di kawasan kita,” kata Mu’ti.

Ia menambahkan layanan pendidikan harus menjadi prioritas sehingga kebijakan publik harus didasarkan pada riset dan proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang lebih kuat antara peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dalam konferensi CPRN Summit 2026, pihaknya berharap inovasi dan praktik diterjemahkan ke dalam solusi yang dapat diterapkan dan bermanfaat bagi para murid di seluruh negara Asia Tenggara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *