BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Mendikdasmen Fokus Tingkatkan Kualitas Guru dan Pembelajar, Skor PISA Indonesia Naik

14
×

Mendikdasmen Fokus Tingkatkan Kualitas Guru dan Pembelajar, Skor PISA Indonesia Naik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, panjimas — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah akan terus memperkuat kualitas guru dan pembelajaran menyusul hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025.

Mu’ti mengatakan skor PISA Indonesia mengalami kenaikan, meskipun posisi peringkat Indonesia mengalami penurunan. Pemerintah, kata dia, akan menjadikan hasil tersebut sebagai salah satu acuan untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.

“Tes PISA itu kan hasil skornya sebenarnya kan naik ya, rankingnya yang turun. Tapi skor keseluruhannya itu naik kita itu,” kata Mu’ti seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) Penerapan Pendidikan Negeri Gratis di Istana Merdeka, Rabu.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan dilakukan melalui penguatan kompetensi guru serta penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning.

“Nah, tapi kami berusaha untuk memperbaiki peningkatan kualitas guru dan juga pembelajaran melalui penguatan pembelajaran mendalam atau deep learning dan juga penguatan kompetensi guru,” ujarnya.

Mu’ti menegaskan bahwa capaian PISA bukan merupakan tujuan utama penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki tujuan yang lebih luas, yakni membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan dan kemampuan sekaligus memperkuat karakter.

 

Tujuan sekolah kan bukan untuk lulus PISA kan? Tujuan sekolah itu kan untuk bagaimana mereka bisa memiliki berbagai macam keterampilan, kemampuan, dan yang juga penting adalah penguatan karakter,” kata Mu’ti.

TKA Disesuaikan dengan Standar PISA

Meski demikian, Mu’ti mengatakan skor PISA tetap menjadi salah satu indikator untuk mengukur kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, pemerintah mulai menyesuaikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan standar PISA. Dia mengatakan penyesuaian tersebut telah dilakukan sejak pelaksanaan TKA pada 2025.

“Nah salah satu ukuran kemampuan itu adalah skor PISA. Karena itu mulai tahun 2025 yang lalu ketika kita menyelenggarakan tes kemampuan akademik, tes TKA kita itu sudah, sudah, sudah kita sesuaikan dengan standar PISA,” ujarnya.

Menurut Mu’ti, penyesuaian TKA dengan standar PISA diharapkan dapat membantu peserta didik membangun kemampuan yang relevan dengan indikator yang diukur dalam asesmen internasional tersebut. Dengan proses tersebut, pemerintah berharap kemampuan peserta didik Indonesia dalam asesmen PISA dapat meningkat secara bertahap.

“Sehingga seiring waktu ketika murid ini menyiapkan diri dan ikut TKA ya kemudian kita berharap pada waktunya nanti akan meningkat kemampuan PISA-nya itu,” kata Mu’ti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *